MAKANAN KAMI YANG SECUKUPNYA

“Berikanlah kami pada hari ini

makanan kami yang secukupnya ….”

(Matius 6:11)

 

Sepasang suami istri, merayakan ulang tahun anak perempuan mereka di sebuah restoran. Mereka memesan makanan dalam jumlah yang banyak. Mereka hanya bertiga, tetapi memesan makan­an yang bisa dimakan oleh lima sampai enam orang. Setelah mereka selesai makan, masih ter­sisa makanan yang cukup banyak yang mereka tinggalkan di atas meja. Mereka meninggalkannya begitu saja untuk dibuang, sementara ada banyak orang yang kekurangan makanan.

 

Ketika mengajarkan murid-murid-Nya berdoa, Tuhan Yesus juga mengajarkan un­tuk bersyukur dan makan secukupnya. Kalimat untuk meminta makanan adalah “Beri­kanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya” (ay. 11). Melalui kalimat itu sebenarnya Penginjil Matius mau menekankan pengajaran Yesus mengenai kekhawatiran. Makanan pada hari ini yang secukupnya menunjukkan bahwa si pendoa percaya pada pemeliharaan Allah hari lepas hari. Karena itu doanya hanya meminta makanan yang cukup untuk hari ini. Doa itu tidak meminta makanan yang berlebih atau makanan yang banyak, hanya makanan yang cukup untuk hari ini, tidak lebih. Yang penting asupan nutrisi tubuh dapat terpenuhi.

 

Teens, ada banyak orang yang seperti keluarga dalam cerita di atas. Mereka makan bukan untuk mencukupkan kebutuhan asupan nutrisi, namun untuk memuaskan hasrat dan keinginan mereka. Mereka tidak bersyukur dengan makanan yang mereka terima, mereka selalu ingin yang lebih dari cukup, namun tidak pernah berpikir untuk berbagi makanan dengan sesama. Teens, melalui Doa Bapa Kami, kita diajarkan untuk bersyukur atas makan kita sehingga kita dapat makan yang secukupnya, dan tidak ber­lebihan. Lalu bagaimana jika kita punya makanan atau barang lebih? Berbagilah dengan sesama yang lebih membutuhkan. Itu adalah cara untuk bersyukur atas pemberian Tuhan kepada kita.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/11/20/