KRISTUS SEBAGAI YANG SULUNG

Tetapi yang benar ialah

bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati,

sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.

(1Kor. 15:20)

 

 

Ada yang mengatakan anak sulung memiliki beban tersendiri, mungkin karena ia harus menjadi teladan bagi adik-adiknya. Tidak me­nutup kemungkinan juga seorang anak sulung harus berkorban, mengalah, bahkan menjadi tulang punggung keluarga. Oleh karena itu, be­berapa anak sulung pembawaaan dirinya ber­beda dari anak tengah dan/atau anak bungsu. Seorang anak sulung biasanya lebih dewasa dan matang, karena pengalaman dan lingkungan yang membentuknya.

 

Dalam bacaan kita hari ini, Paulus mengatakan bahwa Kristus adalah yang sulung dari antara orang-orang yang telah meninggal. Hal ini dikemukakan Paulus untuk menegaskan bahwa hanya melalui Kristuslah, jalan menuju Kerajaan Surga akan diperoleh. Dengan demikian, peris­tiwa kematian dan kebangkitan Kristus bukan hanya memberi dampak bagi umat manusia dan dunia setelah Yesus. Namun juga bagi umat manusia dan dunia sebelum keberadaan Yesus yang lahiriah. Melalui pernyataan tersebut, Paulus mengatakan bahwa tanpa adanya kebang­kitan Kristus, sia-sialah kehidupan umat manusia. Kebangkitan Kristus membinasakan maut. Maut tidak lagi berkuasa, melainkan anugerah keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Karena itu manusia dan dunia menjadi memiliki pengharapan.

 

Youth, apakah Anda sudah dapat memaknai pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib sampai dengan peristiwa kebangkitan-Nya dengan baik? Sadarkah Anda bahwa tanpa adanya kebangkitan Kristus, maka kita masih dikuasai oleh dosa dan maut. Berkomitmenlah untuk selalu hidup di dalam anugerah keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/youth-for-christ/