MEMPERHATIKAN YANG MISKIN

” … ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin,

ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin. ”

(Mazmur 72:13)

 

 

Undang-undang Dasar Republik Indonesia 1945 Pasal 34 ayat 1 mengatakan, “Fakir miskin dan anak telantar dipelihara oleh negara.” Secara ideal, ini harusnya berarti negara memperhatikan dan menjamin kehidupan orang-orang miskin. Pemerintah seharusnya memberikan santunan kepada mereka agar hidup mereka lebih layak. Namun yang terjadi malah arti yang lain. Yakni keberadaan orang-orang miskin ini dipelihara oleh negara, malah semakin meningkat jumlah-nya. Tentu bukan hal itu yang kita harapkan, bukan?

 

Teens, Mazmur yang kamu baca hari ini adalah sebuah harapan akan raja yang bijaksana, yang memerintah bangsanya dengan keadilan dan damai se­jahtera (ay. 1-4). Selain harapan agar raja dihormati dan kekuasaannya disegani bangsa-bangsa lain (ay. 5-11), Mazmur ini juga mengharapkan agar raja mem­perhatikan orang-orang miskin dan tertindas (ay. 12-14). Ia memberikan keadilan bagi orang-orang yang lemah. Ia menyayangi dan memperhatikan nasib kaum miskin sehingga berjuang melepaskan mereka dari penindasan agar kehidupan mereka menjadi lebih baik. Tentu pemerintah seperti ini yang kita harapkan. Yang tidak hanya memerintah dengan adil dan bijaksana, tapi juga memperhatikan na­sib rakyatnya yang miskin, lemah dan tertindas, serta berupaya menjadikan hidup mereka lebih baik.

 

Teens, pemerintah juga adalah manusia yang memiliki banyak tugas dan tanggung jawab di pundak mereka. Kadang kita merasa kecewa karena mereka tidak menjalankan mandat mereka dengan baik sesuai harapan rakyatnya. Namun, tugas kita juga adalah mengingatkan mereka serta berpartisipasi. Jika kita ingin agar negara memperhatikan orang-orang miskin dan telantar, maka marilah dimu­lai dari diri kita yang bertindak peduli dan membantu mereka.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/teens-for-christ/