AKAR SEGALA KEJAHATAN

” Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. “

(1 Timotius 6:10)

 

 

Ada ungkapan yang berbunyi, “Uang bukan segala-galanya, tapi segala-galanya perlu uang.” Karena itulah orang bisa menghalalkan segala cara sam­pai mencuri, merampok dan merampas milik orang lain demi mendapatkan uang. Hubungan saudara bisa sampai renggang, bahkan terputus karena uang. Yang paling parah, orang bisa saling bunuh-bunuhan karena memperebutkan uang. Uang bisa membuat orang kehilangan akal sehat dan bertin­dak jahat. Namun, apakah uang itu jahat?

 

Teens, coba perhatikan perkataan Paulus kepada Timotius di ayat 10. Paulus ber­kata, “Akar segala kejahatan ialah cinta uang.” Yang menjadi akar dari kejahatan, yang membuat orang tega melakukan kejahatan bukanlah uang, namun kecintaan pada uang. Uang sendiri tidak salah apa-apa. Jika digunakan dengan bijaksana, uang menjadi sangat berguna. Namun cinta uang bisa membuat orang melakukan kejahatan. Orang banyak mengejar uang sampai menyimpang dari iman, jatuh dalam pencobaan, sehingga mencelakakan orang lain dan menyiksa diri sendiri (ay. 9-10). Oleh karena itu, Paulus mengingatkan Timotius untuk hidup dalam kecukupan (ay. 6). Uang tidak dibawa mati karena kita lahir pun tidak membawa apa-apa (ay. 7). Karena itu yang penting sandang dan pangan tercukupi (ay. 8). Tidak perlu mengejar kekayaan sampai merugikan diri sendiri dan orang lain.

 

Teens, memang banyak hal yang membutuhkan uang di dunia ini. Namun ingat, uang bukanlah segala-galanya. Uang memang tidak jahat, tetapi mencintai uang dan mengejar harta sedemikan rupa bisa membuat orang menjadi kehilangan akal sehat dan bertindak jahat. Karena itu, kita belajar dari perkataan Paulus untuk hidup dalam kecukupan, tidak perlu berlebihan. Jangan karena cinta uang, kita merugikan orang lain. Jangan karena cinta uang, kita merugikan diri sendiri.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/11/24/