MENGUSAHAKAN TALENTA

“Karena setiap orang yang mempunyai,

kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan.”

(Matius 25:29)

 

 

Dalam film animasi yang berjudul “Zootopia,” ada sebuah adegan saat dua pemeran utama, Judy dan Nick, harus berurusan dengan petugas di Departe­men Kendaraan yang adalah kukang. Kukang ini digambarkan sebagai hewan yang sangat lambat. Akhirnya untuk mengetik nomor polisi mobil saja membutuhkan waktu dari siang sampai malam. Kukang, yang dalam bahasa Inggris disebut sloth, memang terkenal sebagai hewan yang hidupnya hanya tidur, berdiam diri dan tidak melakukan apa-apa. Hewan sloth ini terkenal malas. Oleh karena itu dalam bahasa Inggris, kemalasan pun menggunakan kata sloth.

 

Kemalasan mengakibatkan orang tidak melakukan apa-apa, tidak mengusahakan dan mengembangkan apa yang ia miliki, seperti hamba yang menerima satu talenta dan menguburnya dalam tanah. Dua hamba lainnya mengusahakan dan mengem­bangkan talenta yang diberikan kepada mereka. Mereka berhasil melipatgandakan talenta itu ketika sang tuan kembali, sedangkan si hamba satu talenta hanya tinggal dengan satu talenta, bahkan itu pun diambil darinya. Hal itu yang Yesus maksudkan dengan kata-kata “setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi,” dan “setiap orang yang tidak mempunyai … yang ada padanya akan diambil.” Artinya, orang yang punya usaha untuk mengembangkan talentanya maka dia akan mendapat yang lebih baik, sedangkan yang tidak punya usaha, yang malas-malasan, lama-lama talentanya itu akan hilang.

 

Teens, ada ungkapan dalam bahasa Inggirs, “use it or lose it.” Artinya jika kita memiliki talenta, maka kembangkanlah dan usahakanlah talenta itu untuk mendatang­kan kebaikan. Jika kita malas untuk mengusahakan dan mengembangkannya, maka lama-lama talenta itu akan hilang dan tidak berguna. Seperti satu talenta yang tidak diusahakan, hanya dikubur, lalu kemudian diambil dari si hamba.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/11/27/