SADAR DIRI

“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora

dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi

dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh

ke atas dirimu seperti suatu jerat.”

(Luk. 21:34)

 

 

Di setiap pesta, banyak makanan terhidang. Berbagai jenis makanan yang jarang didapatkan atau mahal dapat tersaji. Orang rela mengantre panjang untuk mengambil berbagai jenis makanan yang mengundang selera. Bahkan, ada orang yang terus-menerus makan tanpa henti sampai perutnya begah. Pulang dari pesta, perut pun menjadi sakit, kaki sulit bergerak, badan menjadi lelah, karena terlalu banyak makan. Padahal, ke­sehatan adalah hal yang utama. Tetapi, sayangnya terlupakan.

 

 

Firman Tuhan menasihatkan bahwa dalam hidup ini kita “jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan.” Jangan hidup hanya untuk memuaskan keinginan sejenak yang akhirnya akan membuat kita melupakan hal-hal yang lebih utama. Kita hidup bukan hanya untuk makan, bukan hanya untuk berse­nang-senang, bukan hanya untuk memuaskan diri. Kita hidup untuk memuliakan Tuhan. Karenanya, jangan terlena dengan berbagai hal yang ada dalam kehidupan ini, yang akhirnya membuat kita lupa untuk bersyukur. Apalagi, sampai membuat kita melupakan tujuan yang lebih utama dan bermakna dalam hidup.

 

 

Berjaga-jaga selalu dalam hidup kita, agar kita tidak ter­lena kepada fasilitas, kenyamanan, atau kepuasan yang sifat­nya sementara dalam hidup ini. Kita dapat berjaga-jaga dengan baik ketika kita berdoa. Karena di dalam doa, kita mengingat Tuhan, yang memiliki kehidupan kita, dan menjadi sadar untuk melakukan hal yang lebih utama dalam hidup ini.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/12/02/