BERHENTI MENCURI DARI TUHAN

” Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu,

firman TUHAN semesta alam. ”

(Mal. 3:7)

 

 

Seorang anak sekolah minggu, menggenggam erat uang persembahannya. Kantong kolekte dibiarkan lewat di depannya, karena ia ingin beli es lilin sepulang gereja.

 

Maleakhi 3:8 berisi teguran terhadap Israel yang menipu Tuhan. Kata asli untuk ‘menipu’ adalah ‘qaba’ (Ibrani). Kata ini dapat diterjemahkan dengan: menipu, mengambil, merampas. Sudah semestinya, Israel memberi persembahan persepuluhan dan persembahan khusus (sukarela) ke rumah Tuhan. Pem­berian itu sebagai ungkapan syukur atas berkat-berkat yang telah Tuhan berikan. Tetapi, ternyata Israel menahan persem­bahan mereka, bahkan tanpa merasa bersalah telah melanggar ketetapan Tuhan. Bahkan, jika kita membaca kitab ini secara ke­seluruhan maka kita akan mendapatkan banyak teguran Tuhan untuk berbagai kelalaian Israel terhadap peraturan-peraturan Tuhan. Walau demikian, Tuhan menyatakan kasih-Nya yang tak berubah kepada Israel (ay. 6). Sekalipun Israel kerap kali me­nyimpang dari peraturan yang Tuhan tetapkan, Tuhan tetap menyatakan kasih-Nya. Tuhan bahkan memanggil Israel untuk kembali dekat kepada-Nya.

 

Semua harta milik kita adalah milik Tuhan. Tuhanlah yang memercayakannya kepada kita. Karena itu, sudah sepatutnya kita menggunakan sebagian dari apa yang Tuhan percayakan itu untuk menjadi berkat bagi orang lain. Salah satu caranya adalah dengan memberikan persembahan dengan cara yang layak dan benar. Mari rela memberi persembahan!

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/12/06/