WONDER

Kata Maria kepada malaikat itu:

“Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”

(Lukas 1:34)

 

 

Wonder adalah judul film layar lebar yang ditayang­kan pada akhir tahun 2017. Sebagaimana judulnya, Wonder mengisahkan kehidupan sebuah keluarga yang penuh keraguan dan pertanyaan. Pasalnya, salah seorang anak di dalam keluarga ini, yakni Auggie Pullman, memiliki kelainan bentuk wajah yang lang­ka, yang disebut mandibulofacial dysostosis. Wajah Auggie mengerikan sehingga ia harus mengalami operasi plastik berkali-kali. Awalnya Auggie hanya belajar di rumah dengan metode homeschooling. Namun, saat Auggie remaja, orangtuanya mengirimnya ke sekolah swasta. Perjalanan Auggie di sekolah itu tidak mudah. Ia dikucilkan oleh teman-temannya. Namun, keluarganya mendukung Auggie untuk bertahan hingga Auggie mendapatkan teman-teman yang baik. Karena kecerdasannya, Auggie akhirnya dapat menyelesaikan sekolahnya dengan baik. Bahkan ia mendapatkan penghargaan sebagai seorang murid yang patut dicontoh.

 

Dari kehidupan keluarga Auggie, kita belajar bahwa ada hal-hal di dunia ini yang kita tidak inginkan namun harus kita hadapi. Auggie tentunya tidak ingin memiliki kelainan pada wajahnya, namun mau tidak mau ia harus menerimanya. Kenyataan yang tidak ingin kita hadapi dapat membuat kita menjadi ragu dan penuh pertanyaan kepada Tuhan. Hal serupa juga dialami oleh Maria. Saat Maria dinyatakan hamil oleh malaikat Gabriel, ia tentu saja bertanya-tanya. Di dalam Injil Lukas 2:34 dikisahkan bahwa Maria mempertanyakan kehamilannya, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Barangkali, Maria sebenarnya tidak menghendaki kenyataan itu, namun ia tunduk pada kehendak Tuhan.

 

Teens, baik Auggie dan Maria akhirnya menerima kondisi yang mereka hadapi. Maria sadar bahwa dirinya adalah hamba Tuhan yang harus taat. Keresahan mereka tidak serta-merta hilang. Mereka resah sekaligus berserah. Namun, dalam keberserahan itulah kuasa Tuhan nyata!

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/12/05/