JANJI DAN EKSPETASI

” Hal itu terjadi supaya genaplah

yang difirmankan Tuhan oleh nabi …. “

(Matius 1:22)

 

 

“Sakit hatiku hooo hooo/ Sakit melihatmu dengannya/ Ini malam terakhir/ Benar-benar terakhir/ Harapan tinggi jatuh/ Menguap tak berben­tuk/ Ternyata bukan pertanda/ Hanya pikiranku saja/ Harapan itu semu/ Sulit tuk ‘ku percaya/ Sampai akhirnya ‘ku lihat sendiri/ Sakit hatiku hooo hooo/ Sakit melihatmu dengannya/ Ini ke­nyataannya/ Tinggal melupakanmu saja/ Janji diri sendiri/ Terakhir malam ini/ Mana mungkin hati ini/ Terbuai ekspektasi tinggi/ Jika tak ber-awal indah/ Sampai akhirnya kau hancurkan.” Kamu mungkin pernah mendengar lirik lagu di atas. Lagu yang berjudul Ekspektasi itu dinyanyikan oleh Kunto Aji. Lagu itu mengisahkan tentang seseorang yang merasa sangat tersakiti karena orang yang dicintainya ternyata hanya memberi harapan palsu kepada dirinya.

 

Kamu yang pernah menjadi korban PHP, pasti tahu dong bagaimana rasa sakitnya ketika harapan tidak sesuai dengan ekspektasi. Nah, kalau kamu sedang merasakan sakitnya di-PHP-in, please jangan sedih! Kita masih punya Allah yang selalu menepati janji-Nya dan tidak mengecewakan kita. Kisah Natal merupakan penggenapan janji Allah kepada manusia. Allah berjanji akan menyelamatkan manu­sia melalui Yesus Kristus, bayi yang dikandung Maria dari Roh Kudus itu. Dalam Matius 1:22-23 dikatakan bahwa hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” – yang berarti Allah menyertai kita.

 

Teens, kita bersyukur karena Allah kita adalah Allah yang selalu menepati janji-Nya. Ia tidak memberikan harapan kosong kepada umat-Nya. Karena itu kita tetap dapat menyebut-Nya sebagai Allah yang PHP. Iya… Allah itu PHP alias Pemberi Harapan Pasti.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/12/17/