KESALAHAN YANG SAMA

” Tidak ada sepatah kata pun dari segala apa yang diperintahkan Musa

yang tidak dibacakan oleh Yosua kepada seluruh jemaah Israel …. ”

(Yosua 8:35)

 

 

Teens, pernahkah kamu bermain pesan beran­tai? Dalam permainan ini, orang pertama diberi suatu pesan. Lalu orang pertama memberi pesan kepada orang kedua, orang kedua kepada orang ketiga dan seterusnya, sampai akhirnya pesan sampai ke orang terakhir. Apakah kira-kira orang terakhir akan menerima pesan yang tepat seperti yang disampaikan oleh orang pertama? Biasanya akan banyak yang salah! Mengapa? Karena sering kali permasalahannya ada pada sang penerima pesan. Saat sang penerima pesan salah mendengar/tidak mendengar dengan baik, maka pesan dari orang pertama tidak akan pernah sampai dengan baik kepada orang terakhir.

 

Kisah yang kita baca hari ini adalah tentang Yosua yang mendirikan mezbah bagi Tuhan, menuliskan salinan hukum Musa, dan membacakannya secara utuh tanpa me­nambahkan atau mengurangi. Yosua melakukan hal itu, karena baginya hukum Taurat adalah pemberian Tuhan yang berharga sehingga harus disampaikan kepada bang­sa Israel secara lengkap dan utuh. Yosua berharap para pendengarnya pun dapat menangkap dengan lengkap dan utuh, agar hidup mereka sesuai dengan kehendak Tuhan. Namun pada kenyataannya bangsa Israel masih sering hidup jauh dari kehendak Tuhan. Mengapa? Karena mereka masih belum bisa menjadi pendengar yang baik!

 

Teens, bagaimana dengan kita? Sudahkah kita menjadi pendengar firman Tuhan yang baik sehingga hidup kita sungguh-sungguh seturut dengan kehendak Tuhan? Jangan seperti lagu grup band Kerispatih, “Dan mungkin aku akan terjatuh lagi/ Di kesalahan yang sama.” Kesalahan seharusnya membuat kita mengevaluasi diri dan tidak mengulangnya kembali. Firman Tuhan menuntun kita untuk melewati kesempatan baru dengan melakukan apa yang baik dan berkenan di hadapan Allah. Hanya dengan demikian nama Allah diper­muliakan melalui hidup kita.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/teens-for-christ/